Statistik Blog
Setelah sekitar 2 tahun iseng iseng buat blog.. tak dikira ternyata statistiknya sangat mengesankan bagiku. Ternyata banyak orang yang membuka, syukur-syukur banyak informasi yang membantu bagi para pengunjung. Hal ini memicu semangat untuk semakin berbagi informasi melalui blog ini. Jujur .. kadang angin anginan untuk nulis… jadi perlu semangat dan dukungandari rekan-rekan semua… Thx atas kunjungannya semoga bermanfaat dan terus menulis...
Rekapitulasi Statistik
No Problem .. is BIG PROBLEM
Salah satu hal yang utama dalam kaizen adalah Identifikasi masalah…
Dengan teridentifikasi masalah maka dapat dianalisa sumber-sumber masalah dan dapat dilakukan caunter measure terhadap maslah tersebut. Sebagaian besar kaizen adalah problem solving. Problem-problem tersebut bisa didapatkan dari data-data statistik tetapi juga dapat diperoleh dari ide-ide dari semua anggota team work. Ide-ide dari team work dapat digali dengan motode diskusi maupun brainstorming. Setelah semua masalah terkumpul baru kita klasifikasi dan kita buat pareto diagram untuk mendapatkan isu utama dari masalah kita yang diharapkan dapat diselesaikan secepatnya.
Dalam manajemen modern… masalah tidaklah akan habis, selalu ada masalah agar kita bisa selalu maju. So… Jika dalam organisasi atau institusi anda.. tidak ada masalah yang muncul.. semua diam.. semua tenang… maka hati-hatilah masalah besar sedang mangancam institusi anda.
So.. galilah masalah… dan solusikan… jangan menghidari atau menyembunyikan masalah.
Added Value versus Non Added Value
mmm karena dapet tugas dari boss, mau ga mau harus buka-buka & bongkar dokumen-dokumen 13 tahun yang lalu. Hehehehe.
Ok lets talk about It.. Sbelum kita melakukan perbaikan terus menerus (kaizen) maka hal mendasar yang harus kita pahami adalah memahami pekerjaan kita. Konon.. kata instrukur saya (lupa siapa namanya .. 13 tahun je) bahwa pekerjaan itu dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
- Pekerjaan Inti atau utama.
- Pekerjaan tambahan.
- Pekerjaan sia-sia.
Pekerjaan Inti adalah pekerjaan yang berkaitan langsung dengan hasil/output dari pekerjaan kita. Sebagai misal pabrik tempe adalah semua pekerjaan yang mengolah kedelai menjadi tempe. Atau dalam dunia pendidikan adalah segala hal yang menyangkut kegiatan belajar mengajar.
Pekerjaaan tambahan adalah pekerjaan yang mendukung pekerjaan inti, karena sifatnya mendukung maka sifatnya opsional dan harusnya berfungsi untuk membuat jadi lebih efektif dan efisien. Sebagai contoh pekerjaan tambahan ini adalah rapat, membuat laporan, mencatat dll.
Pekerjaan Sia-Sia adalah pekerjaan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan inti tetapi maih dilakukan dalam proses kerja.. contoh kerja sia-sia antara lain .. MENUNGGU, PERJALANAN
nah.. istilah ADDED Value sendiri adalah .. pekerjaan yang menghasilkan atau menambah nilai, kalau added value dihubungkan dengan produksi atau layananan maka added value adalah hal-hal yang seharusnya didapat oleh customer. Sedangkan NON ADDED value adalah hal-hal yang tidak diharapkan oleh customer.
Sebagai misal orang yang berobat ke rumah sakit, maka added value yang harus diterima oleh pasien adalah layanan diagnosa dan tindakan tenaga medis. Sedangkan proses-proses seperti mendaftar, menunggu panggilan, mengisi formulir, antri membayar, menunggu obat adalah hal hal yang tidak diharapkan oleh pasien. Soo itu disebut NON Added Value.


So… agar perusahaan atau institusi dapat dengan mudah melakukan perbaikan kinerja.. pertama petakan proses kerja dan identifikasi mana yang added value dan mana yang non added value. Buang semua Non ADDED value atau kerja sia-sia…
Echo Kardiograph
Echo Kardiograph adalah salah satu alat diagnosis pencitraan medis yang berfungsi untuk memberikan gambaran visual kerja jantung (bentuk, ukuran, katub-katub, ruangan), dimanagambaran visual ini didapatkan dengan menggunakan pantulan gelombang ultrasonic sebagai piranti penindainya (USG=ultrasonografi). Biasanya Ekokardio ini dipadukan dengan color doppler yaitu penggambaran aliran darah dalam ruangan ruangan jantung.
Manfaat dari echo kardiograph ini antara lain untuk mendeteksi :
- Pembesaran jantung (hipertrofi/kardiomegali)
- Kebocoran sekat-sekat jantung.
- Kondisi otot jantung yang melemah.
- Adanya tumor

Awas Terlena dengan Otoriter.

Dalam menata organisasi/institusi langkah dan teknik yang relatif instan adalah dengan metode otoriter dan birokratif. Teknik ini memang cukup ampuh dalam mencapai “goal” berupa angka2 statistik yang menunjukan peningkatan prestasi atau kesuksesan organisasi. Hal ini dikarenakan adanya keseragaman cara dan metode kerja dari organisasi yang bersumber pada inisatif dari pemimpin.
Menurut Lewin, Lippitt dan White, gaya kepemimpinan yang otoriter memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
- Semua keputusan kebijaksanaan dihasilkan oleh pemimpin.
- Setiap langkah aktivitas dan teknik diperintahkan oleh pemimpin satu persatu, sehingga langkah di masa depan selalu tidak menentu.
- Pemimpin biasanya mendiktekan tugas dan kerja lainnya untuk setiap anggota.
- Pemegang peran dalam memuji dan mengkritik adalah pribadi, tetapi tetap tidak aktif dalam kelompok kecuali hendak memperagakan sesuatu. Ia bisa ramah atau tidak manusiawi, tetapi tidak bersikap bermusuhan secara terbuka.
Secara lebih detil dan jelas Nawawi dan Martani, menyebutkan ciri-ciri pemimpin otoriter sebagai berikut :
- Pelaksanaan tugas merupakan kegiatan penting.
- Pelaksanaan tugas tidak boleh keliru, salah atau menyimpang dari instruksi.
- Inisiatif dan kreatifitas orang-orang yang dipimpin dimatikan, karena dipandang akan menyimpang dari instruksi.
- Kurang memperhatikan hubungan manusiawi.
- Kurang mempercayai orang lain.
- Senang bertindak keras dengan disiplin yang kaku.
- Orang-orang yang dipimpinnya diperlakukan sekedar sebagai pelaksana kehendak Pimpinan yang selalu siap dan tidak boleh salah, sebagaimana layaknya sebuah mesin.
- Sukar memberikan maaf pada bawahan.
- Pendapat dari bawahan bukan saja dianggap tidak benar, tetapi dinilai tidak perlu dan dianggap menantang atau membangkang.
- Orang-orang yang dipimpin tidak bersatu dan terpecah-pecah dalam kelompok kecil.
Namun perlu hati-hati karena dalam jangka waktu lama, hal ini akan sangat merugikan organisasi karena kurangnya partisipasi dari seluruh anggota-nya. Apalagi jika kebijakan yang anda ambil ternyata kurang pertimbangan dan disukung dengan studi kelayakan yang memadahi maka akan dapat menimbulkan masalah-masalah lain yang akan berdampak lebih buruk dikemudian hari.
Survei yang pernah dilakukan di Hay Group bekerjasama dengan Majalah SWA, faktor yang signifikan berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan karyawan dalam menghasilkan kinerja tinggi (engaged performance) di antaranya aspek kepemimpinan, yang di dalamnya juga terkait dengan aspek komunikasi dan arahan dari pimpinan ke seluruh anggota organisasi atau unit kerja.
Survei lain yang dilakukan oleh salah satu consulting firm global juga menyatakan bahwa naik turunnya iklim kerja sebesar 70% dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, dan kemudian naik turunnya kinerja sebesar 30% dipengaruhi oleh iklim kerja.
Dalam jangka panjang tipe kepemimpinan “membangun” akan lebih cocok karena memiliki ciri sperti berikut :
- Mahir berorganisasi terutama dalam mewujudkan dan membina kerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama.
- Bekerja secara efektif, efisien dan bertanggung jawab dalam menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasinya.
- Mampu dan mau mempercayai orang lain dalam bekerja.
- Memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi dalam menghormati, menghargai dan memperlakukan orang lain sebagai subyek.
- Cenderung pada usaha menciptakan hubungan manusia yang efektif dan terarah dalam mewujudkan dan membina kerja sama dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi.
- Meyakini bahwa orang-orang yang diberi pelimpahan wewenang, mampu melakukan pengendalian diri dalam menjalankan wewenang yang diterimanya.
Jadi berhati-hatilah jika dalam organisasi yang anda pimpin mulai terjadi suasana seperti berikut :
- Tidak ada konflik atau gejolak.
- Tidak ada yang mempunyai pendapat ekstrim berbeda, kalaupun ada pendapat hanya bersifat mendukung atau meng-amini saja.
Ok.. Semoga sukses dalam meruning organisasi anda.
Good Luck!!!
Pustaka :
Dwi Rahmawati, S.Pd, Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Http://Dwayrahmawati.Wordpress.Com
Nawawi, Hadari Dan M. Martani, Hadari.1995. “Kepemimpinan Yang Efektif”. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
NN,” Rancangan Penelitian Eksperimen Pengaruh Gaya Kepemimpinan Otoriter Terhadap Motivasi Kerja”, Http://Elearning.Unej.Ac.Id/
TERAPI JUS UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)
Hari ini aku dapat kabar dari ‘my Lovly Friend’ kalo Maminya darah tinggi, yang sama dengan ibukku, sembari nginget2 aku browse lagi resep yang pernah ku berikan pada ibukku. Ternyata perlu juga di share ke sini. Berikut artikelnya.
TERAPI JUS UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)
Hembing Fri, 06 Jun 2008 10:16:00 WIB
Hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk penyakit yang tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda yang jelas sebelum adanya perubahan pada pembuluh darah di jantung, otak atau ginjal. Oleh karena itu banyak orang yang tidak menyadari kalau menderita hipertensi, mereka baru mengetahuinya ketika dokter mengukur tekanan darahnya saat cek kesehatan atau keluhan penyakit lain. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila nilai tekanan darah sistoliknya di atas 140 mm Hg dan diastoliknya di atas 90 mm Hg. Penyakit ini menyerang satu dari sepuluh orang dewasa dalam hidupnya.
Tekanan darah tinggi sering disebut juga dengan ‘silent killer” karena jarang menunjukkan tanda-tanda dan jika diderita dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi. Secara extrem tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam dari arteri yang kecil, kemungkinan dapat menyebabkan pembekuan darah. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan serangan jantung (jika terjadi pada jantung), kebutaan (jika terjadi pada retina mata), gagal ginjal (jika pembekuan darah terjadi di ginjal), dan stroke (jika pembekuan darah terjadi di otak). Stroke juga dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi sehingga mengakibatkan pendarahan di otak.
Sekitar 90-95% hipertensi tidak diketahui penyebabnya secara pasti, keadaan tersebut disebut juga hipertensi esensial. Sedangkan sisanya yaitu sekitar 5-10% diketahui penyebabnya yang disebut juga hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder antara lain disebabkan oleh penyakit parenkim ginjal, pembuluh darah ginjal, akibat pemakaian obat, kelainan endokrin, dan lain-lain.
Ada beberapa faktor risiko yang dapat memperberat hipertensi, antara lain : stres, obesitas/kegemukan, makanan yang banyak mengandung garam, kolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, daging kambing, buah durian, rokok, kopi, riwayat keluarga/genetik dan usia. Selain usia dan faktor genetik, faktor lainnya dapat dikendalikan atau dihindari dengan pengontrolan pola hidup sehat, seperti :
diet rendah garam dan rendah lemak
berhenti merokok dan minum alkohol
menghindari stres dan berolahraga sesuai kebutuhan
menurunkan berat badan bagi yang kegemukan
Konsumsi makanan yang mengandung mineral kalium dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah
Banyak penderita hipertensi yang bosan minum obat penurun tekanan darah karena menimbulkan ketergantungan, apabila tidak minum obat tensinya tetap tinggi. Selain itu faktor efek samping yang ditimbulkan pada obat yang harganya murah sedangkan obat yang mahal banyak penderita yang tidak sanggup lagi membelinya. Karena berbagai alasan tersebut, penderita hipertensi mencari cara pengobatan lain yang lebih ekonomis namun minim efek samping yaitu melalui pengobatan alamiah dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti buah, sayuran dan herbal.
Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serat dan zat-zat berkhasiat lainnya yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Selain untuk meningkatkan kesehatan, buah dan sayuran juga banyak dimanfaatkan untuk terapi pengobatan. Kandungan mineral, vitamin, karotenoid, dan komponen lainnya yang terdapat pada buah dan sayuran diantaranya berkhasiat sebagai antioksidan untuk mencegah kanker, mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi antara lain seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh, belimbing manis, semangka, wortel, pisang, apel, dan kiwi.
Berikut beberapa contoh terapi jus untuk menurunkan tekanan darah tinggi
1. Bahan :
200 gram labu siam
200 gram ketimun
Cara membuat : kedua bahan dicuci dan dipotong-potong, dimasukkan ke dalam juicer, airnya/sarinya diminum.
2. Bahan :
100 gram Seledri jenis kecil
100 gram selada air
100 cc air dingin
Cara membuat : semua bahan dicuci dan dimasukkan ke dalam juicer atau diblender dan disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari, pagi dan sore hari.
3. Bahan :
250 gram belimbing manis yang matang
250 gram semangka
Cara membuat : semua bahan dijus, airnya diminum. lakukan secara teratur 2 kali sehari.
4. Bahan :
250 gram wortel
50 gram seledri
2 siung bawang putih
100 cc air dingin
Cara membuat : semua bahan dijus atau diblender dan disaring, airnya/sarinya diminum.
5. Bahan :
100 gram pisang ambon
150 gram tomat
150 gram jeruk mandarin
100 cc air dingin
Cara membuat : semua bahan diblender, diminum.
6. Bahan :
2 buah mengkudu matang
Cara membuat : mengkudu dijus, sarinya diminum.
7. Bahan :
60 gram pegagan segar
100 cc air matang
Cara membuat : pegagan dicuci bersih, diblender hingga halus, disaring. Diminum airnya.
Catatan : pilih salah satu resep/terapi jus dan lakukan setiap hari secara teratur. resep dapat diganti-ganti.
***
Sumber: hembing
========
Ok selamat mencoba .. Semoga Mami cepet sembuh… dan jangan lupa pola istirahat dan amaknnya dijaga.. dan kalo bisa rutinolah raga.. jalan2 saja kalo pagi…




Komentar Terakhir