Posts filed under 'Management Strategy and Planning'

Awas Terlena dengan Otoriter.

Dalam menata organisasi/institusi langkah dan teknik yang relatif instan adalah dengan metode otoriter dan birokratif. Teknik ini memang cukup ampuh dalam mencapai “goal” berupa angka2 statistik yang menunjukan peningkatan prestasi atau kesuksesan organisasi. Hal ini dikarenakan adanya keseragaman cara dan metode kerja dari organisasi yang bersumber pada inisatif dari pemimpin.

 

 Menurut Lewin, Lippitt dan White, gaya kepemimpinan yang otoriter memiliki cirri-ciri sebagai berikut:

  1. Semua keputusan kebijaksanaan dihasilkan oleh pemimpin.
  2. Setiap langkah aktivitas dan teknik diperintahkan oleh pemimpin satu persatu, sehingga langkah di masa depan selalu tidak menentu.
  3. Pemimpin biasanya mendiktekan tugas dan kerja lainnya untuk setiap anggota.
  4. Pemegang peran dalam memuji dan mengkritik adalah pribadi, tetapi tetap tidak aktif dalam kelompok kecuali hendak memperagakan sesuatu. Ia bisa ramah atau tidak manusiawi, tetapi tidak bersikap bermusuhan secara terbuka. 

Secara lebih detil dan jelas Nawawi dan Martani, menyebutkan ciri-ciri pemimpin otoriter sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan tugas merupakan kegiatan penting.
  2. Pelaksanaan tugas tidak boleh keliru, salah atau menyimpang dari instruksi.
  3. Inisiatif dan kreatifitas orang-orang yang dipimpin dimatikan, karena dipandang akan menyimpang dari instruksi.
  4. Kurang memperhatikan hubungan manusiawi.
  5. Kurang mempercayai orang lain.
  6. Senang bertindak keras dengan disiplin yang kaku.
  7. Orang-orang yang dipimpinnya diperlakukan sekedar sebagai pelaksana kehendak Pimpinan yang selalu siap dan tidak boleh salah, sebagaimana layaknya sebuah mesin.
  8. Sukar memberikan maaf pada bawahan.
  9. Pendapat dari bawahan bukan saja dianggap tidak benar, tetapi dinilai tidak perlu dan dianggap menantang atau membangkang.
  10. Orang-orang yang dipimpin tidak bersatu dan terpecah-pecah dalam kelompok kecil.

 Namun perlu hati-hati karena dalam jangka waktu lama, hal ini akan sangat merugikan organisasi karena kurangnya partisipasi dari seluruh anggota-nya. Apalagi jika kebijakan yang anda ambil ternyata kurang pertimbangan dan disukung dengan studi kelayakan yang memadahi maka akan dapat menimbulkan masalah-masalah lain yang akan  berdampak lebih buruk dikemudian hari.

Survei yang pernah dilakukan di Hay Group bekerjasama dengan Majalah SWA, faktor yang signifikan berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan karyawan dalam menghasilkan kinerja tinggi (engaged performance) di antaranya aspek kepemimpinan, yang di dalamnya juga terkait dengan aspek komunikasi dan arahan dari pimpinan ke seluruh anggota organisasi atau unit kerja.

Survei lain yang dilakukan oleh salah satu consulting firm global juga menyatakan bahwa naik turunnya iklim kerja sebesar 70% dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, dan kemudian naik turunnya kinerja sebesar 30% dipengaruhi oleh iklim kerja.

Dalam jangka panjang tipe kepemimpinan “membangun” akan lebih cocok karena memiliki ciri sperti berikut : 

  1. Mahir berorganisasi terutama dalam mewujudkan dan membina kerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama.
  2. Bekerja secara efektif, efisien dan bertanggung jawab dalam menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasinya.
  3. Mampu dan mau mempercayai orang lain dalam bekerja.
  4. Memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi dalam menghormati, menghargai dan memperlakukan orang lain sebagai subyek.
  5. Cenderung pada usaha menciptakan hubungan manusia yang efektif dan terarah dalam mewujudkan dan membina kerja sama dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi.
  6. Meyakini bahwa orang-orang yang diberi pelimpahan wewenang, mampu melakukan pengendalian diri dalam menjalankan wewenang yang diterimanya.

Jadi berhati-hatilah jika dalam organisasi yang anda pimpin mulai terjadi suasana seperti berikut :

  1. Tidak ada konflik atau gejolak.
  2. Tidak ada yang mempunyai pendapat ekstrim berbeda, kalaupun ada pendapat hanya bersifat mendukung atau meng-amini saja.

 Ok.. Semoga sukses dalam meruning organisasi anda.
Good Luck!!!

Pustaka :

Dwi Rahmawati, S.Pd, Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Http://Dwayrahmawati.WordPress.Com
Nawawi, Hadari Dan M. Martani, Hadari.1995. “Kepemimpinan Yang Efektif”. Yogyakarta: Gajah   Mada University Press
NN,” Rancangan Penelitian Eksperimen Pengaruh Gaya Kepemimpinan Otoriter Terhadap Motivasi Kerja”, Http://Elearning.Unej.Ac.Id/

 

Add comment 27/01/2009

Perencanaan Perusahaan dengan 5w1h

Menanggapi, adanya pencarian di google dengan kata kunci “Perencanaan Perusahaan dengan 5w1h”, rasanya kok jadi gatel pengen nulis tentang itu, sekedar nostalgia masa lalu, teringat Pak Sugandhi, Mr. Why ( Apa kabar Pak?, Smg tetap sehat.. )

5W1H…. What Why When Who Where and How.. adalah pertanyaan-pertanyaan dasar untuk menjadi ukuran atau capaian atau parameter dalam membuat suatu rencana biasanya seh berupa rencana Project.

5W1H ini juga tidak lepas dari beberapa konsep yang menyertainya ( Ingat dalam TPS=Toyota Production System) disana ada simplicity (A3 report), berbicara dengan data, 7tools technique, kaizen, etc..

Ok aku mulai dari

Simplicity (A3 report)
Bagaiamna kita bisa mendefiniskan sesuatu dengan simple, mudah, tidak bertele2, terbukti hanya dengan kertas ukuran A3 Toyota mampu membuat rencana yang sangat jelas dan akurat semua project2-nya.

Berbicara dengan Data
Selalu menggunakan data sebagai parameter yang jelas dan eksak, sebagai bahan pertimbangan, evaluasi proses maupun capaian. “Katanya, bpk…” itu merupakan kalimat yang ditabukan… hehehhe.
Biasanya orang Toyota selalu membawa buku kecil+pensil kemana2. Salah satu kunci adalah usahakan semua data dikonversi ke angka. Target produksi, kepuasan pelanggan, Zero defect, laba bersih, kesejahteraan karyawan dll. Semua di konversi ke angka.

Tools ( Kalau ga salah 7 Tools)
Ada beberapa teknik yang membantu dalam klasifikasi masalah dan penentuan prioritas kalau ga salah disana ada fishbone diagram, berbagai macam grafik, digram scatter dan pareto.

Ok… langkah pertama bisa dari What atau bisa dari Why tergantung situasi dan kondisi tetapi umumnya berangkat dari why nah disini peranan tools dan data sangat dominan. Why adalah latar belakang masalah yang memberi motivasi kita untuk melakukan tindakan What. Latar belakang ini jika dikemukankan dnegan kata-kata akan terasa sangat sudah untuk dipahami dan dipecahakan.. tetapi bila kita tuangkan dalam bentuk data akan mudah diolah ..apalagi dengan berbagai tools yang ada ( 7 tools itu). Sebagai misal data-data penjualan, data-data market share, kemampuan siswa (institusi pendidikan).. dll. Selanjutanya data2 tersebut kita cari akar masalah dan solusinya.

WHAT … what ini haruslah jelas parameternya… Jika what ini cukup besar.. maka harus di breakdown menjadi sub-sub yang lebih kecil dan detail. Dengan break down ini maka Where when who and how juga akan menjadi lebih detail.

Where .. saya kira cukup jelas…

when  when ini berhubungan dengan project schedule, beberapa kata kunci disini antara lain adalah control board, advanced, delay, remark, reschedule.

to be continue…

Add comment 04/12/2008


Selalu Lebih Baik..

Perbaikan terus menerus..
Plan-Do-Check-Action

Kata Kunci Pencarian

bernard bendrat bernad benard benad bernadius bernardius bernaditus sri widodo wiwied wied wiwid mas wied mas wiedodo mas dodo om dodo sriwidodo bsriwidodo b.sri.w bsriw pak bhe pak be bs widodo pak bernard pak bendrat pak bernad

Link-Link

Top Posts

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Kategori