Buruknya Layanan Bank Indonesia ( BI ) Yogyakarta

18/09/2008 at 2:53 am 1 komentar

Menjelang lebaran, aku dititip’i Ibuku (kan pedagan di pasar) untuk tukar uang receh, karena biasanya susah banget uang receh buat kembalian.

Pertama aku dateng ke Bank Mandiri cab Bulaksumur (UGM), sudah antri juga, CS nya bilang .. tidak ada stok, jatah dari BI terbatas.

Trs aku telp BI, darisana dijawab bahwa penukaran dilayani hari Senin s/d Kamis jam 7:30 s/d 11:30. So atang pagi ini jam 7:40 sampe sana. Trs sama tukang parkir luar dipersilahkan menempati parkir. Trs aku masuk pintu gerbang…  disitu pintu masuk di halangi oleh satpam dan ada tulisan  ANTRIAN HABIS. Dan didalam sudah banyak berjubel orang yang mengantri.  Aku tanya ke pak satpam, dia bilang prosedurnya begini :

1. Ambil atrian masuk halaman BI. Kira2 subuh jam 4 pagi dan tidak boleh ditinggal.
2. Masuk halaman BI untuk mengantri dapet nomer antrian penukaran.
3. Menunggu penukaran.

Aku baru nyadar… 3 tahun berturut-turut aku mengalami hal yang sama. Kukira ada peningkatakn kinerja selamat tiga tahun itu. Hik hikhik.

Lebih parah lagi….
ketika mo balik, aku ditawari tukang parkirnya… dan tau ga.. betapa imbalan mereka? Mereka minta 15% ( lima belas persen ), Gilaaa…. gila…. gimana warung ibuku dapet untung….

Lebih lebih parah lagi… aku kasih uang parkir sesuai dengan tarif yang tertera di kertas parkir resmi dari Pemkot yaitu Rp. 500,- ehhhh dia minta Rp. 1000,- dia bilang Rp. 500 buat orang dalem dan Rp. 500 untuk yang pakir.

Waduh Gmn nih BI? Apakah memang seperti itu standart pelayanan terhadap masyarakat umum. Setahuku kalo untuk toko/supermarket besar sampai ada petugas khusus yang datang ke toko untuk melayani penukaran uang pecahan. Tapi kenapa setiap lebaran hal ini terus berlanjut tanpa ada peningkatan?

Contoh Solusi Simple.
1. Tentukan kapasitas pelayanan maksimum dalam sehari. Misalnya 50 orang atau 100 orang.
2. Buatlah antrian/karcis seperti pada tiket kereta/pesawat/dokter. Kalo untuk hari ini habis ya bisa untuk hari berikutnya.

Ataukah memang BI (oknum BI) ada yang bermain dengan para tukang parkir yang menjadi broker untuk dapet 15% keuntungan disaaat bulan Puasa menjelang Lebaran?? Maaf tidak berpraduga buruk Lho.

Wahh… ternayat susah juga nasib pedangkecil seperti Ibu ku, yang mendapat layanan minimal dibanding bara bankers BLBI hik hik hik

Entry filed under: Umum Umum aja. Tags: .

Awas Hepatitis Part #2 Apa itu Internet Banking ?

1 Komentar Add your own

  • 1. Agung  |  26/09/2008 pukul 12:19 pm

    Hehe sama bro nasibnya aq juga kayak gitue,. ktanya ada mobil keliling juga mana ya??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selalu Lebih Baik..

Perbaikan terus menerus..
Plan-Do-Check-Action

Kata Kunci Pencarian

bernard bendrat bernad benard benad bernadius bernardius bernaditus sri widodo wiwied wied wiwid mas wied mas wiedodo mas dodo om dodo sriwidodo bsriwidodo b.sri.w bsriw pak bhe pak be bs widodo pak bernard pak bendrat pak bernad

%d blogger menyukai ini: