Added Value versus Non Added Value

26/09/2010 at 8:41 pm 1 komentar

mmm karena dapet tugas dari boss, mau ga mau harus buka-buka & bongkar dokumen-dokumen 13 tahun yang lalu. Hehehehe.

Ok lets talk about It.. Sbelum kita melakukan perbaikan terus menerus (kaizen) maka hal mendasar yang harus kita pahami adalah memahami pekerjaan kita. Konon.. kata instrukur saya (lupa siapa namanya .. 13 tahun je) bahwa pekerjaan itu dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Pekerjaan Inti atau utama.
  2. Pekerjaan tambahan.
  3. Pekerjaan sia-sia.

Pekerjaan Inti adalah pekerjaan yang berkaitan langsung dengan hasil/output dari pekerjaan kita. Sebagai misal pabrik tempe adalah semua pekerjaan yang mengolah kedelai menjadi tempe. Atau dalam dunia pendidikan adalah segala hal yang menyangkut kegiatan belajar mengajar.

Pekerjaaan tambahan adalah pekerjaan yang mendukung pekerjaan inti, karena sifatnya mendukung maka sifatnya opsional dan harusnya berfungsi untuk membuat jadi lebih efektif dan efisien. Sebagai contoh pekerjaan tambahan ini adalah rapat, membuat laporan, mencatat dll.

Pekerjaan Sia-Sia adalah pekerjaan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan inti tetapi maih dilakukan dalam proses kerja.. contoh kerja sia-sia antara lain ..  MENUNGGU, PERJALANAN

nah.. istilah ADDED Value sendiri adalah .. pekerjaan yang menghasilkan atau menambah nilai, kalau added value dihubungkan dengan produksi atau layananan maka added value adalah hal-hal yang seharusnya didapat oleh customer. Sedangkan NON ADDED value adalah hal-hal yang tidak diharapkan oleh customer.

Sebagai misal orang yang berobat ke rumah sakit, maka added value yang harus diterima oleh pasien adalah layanan diagnosa dan tindakan tenaga medis.  Sedangkan proses-proses seperti mendaftar,  menunggu panggilan, mengisi formulir, antri membayar, menunggu obat adalah hal hal yang tidak  diharapkan oleh pasien. Soo itu disebut NON Added Value.

So… agar perusahaan atau institusi dapat dengan mudah melakukan perbaikan kinerja.. pertama petakan proses kerja dan identifikasi mana yang added value dan mana yang non added value.  Buang semua Non ADDED value atau kerja sia-sia…

 

 

Entry filed under: Management Strategy and Planning. Tags: , , , .

Echo Kardiograph No Problem .. is BIG PROBLEM

1 Komentar Add your own

  • 1. Bedak Salicyl Cacar - Fashion dan Belanja Jadi Satu  |  21/01/2015 pukul 1:42 am

    […] Added Value versus Non Added Value | Bernardinus Sri Widodo – mmm karena dapet tugas dari boss, mau ga mau harus buka-buka & bongkar dokumen-dokumen 13 tahun yang lalu. Hehehehe. Ok lets talk about It.. Sbelum kita …… […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selalu Lebih Baik..

Perbaikan terus menerus..
Plan-Do-Check-Action

Kata Kunci Pencarian

bernard bendrat bernad benard benad bernadius bernardius bernaditus sri widodo wiwied wied wiwid mas wied mas wiedodo mas dodo om dodo sriwidodo bsriwidodo b.sri.w bsriw pak bhe pak be bs widodo pak bernard pak bendrat pak bernad

%d blogger menyukai ini: